Saturday, December 9, 2006

HASIL PENELITIAN YANG BIASA SAJA

APAKAH SALAH KALAU PRODUK MINUMAN MENGANDUNG BAHAN PENGAWET ??
KETUA KOMBET HARUS LEBIH BANYAK MEMBACA BUKU PETUNJUK MENGENAI BATAS BATAS PEMAKAIAN BAHAN TAMBAHAN PANGAN YANG DITERBITKAN
BADAN POM SEBELUM MENGUMUMKAN TEMUANNYA YANG BIASA SAJA TAPI CENDERUNG MENIMBULKAN PERSEPSI YANG SALAH DI MASYARAKAT AWAM.
BAHAN TAMBAHAN PANGAN PENGAWET YANG DIPAKAI DALAM INDUSTRI MINUMAN BUKAN LAH BAHAN YANG BERBAHAYA SELAMA PEMAKAIANNYA SESUAI ATURAN YANG DIKELUARKAN OLEH BADAN POM
Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 722/Menkes/IX/88 mengatur tentang kadar aman bagi tubuh untuk mengasup kalium sorbat yakni 1.000 mg per liter dan natrium benzoat 600 mg per liter.
Ketua Komite Masyarakat Anti Bahan Pengawet (Kombet), Nova Kurniawan mengatakan, pihaknya menemukan adanya beberapa merek produk minuman kemasan yang mengandung bahan pengawet jenis kalsium sorbat dan natrium benzoat. ''Minuman kemasan itu biasa dijual di pasar, warung pinggir jalan, dan swalayan,'' ujarnya kepada pers, Selasa (14/11) di Jakarta.
Untuk mengetahui ada tidaknya bahan pengawet dalam minuman kemasan, dilakukan kerja sama dengan tiga lembaga peneliti, yakni LP3ES, Sucofindo Jakarta, M-Brio Bogor dan Bio Farmaka Bogor. Sampel diambil secara acak, terutama pada jenis produk minuman isotonik, untuk selanjutnya diuji secara laboratorium. Menurutnya, dari hasil riset terhadap 15 produk minuman pada tanggal 17-20 November 2006 oleh Sucofindo Jakarta, menunjukkan bahwa produk yang terdeteksi mengandung pengawet natrium benzoat (Na benzoat) adalah Zporto (376,17 miligram/liter), Freez Mix (267,84 mg/l), Arinda Sweat (286,08 mg/l), Zhuka Sweat (214,15 mg/l), Kino Sweat (260,86 mg/l), Amazone (433,30 mg/l) Boyzone (280,41 mg/l), Amico Sweat (289,93 mg/l), dan Pocap (263,39 mg/l). Produk yang mengandung kalium sorbat (K sorbat) adalah Zegar (95,37 mg/l). Sementara, yang terdeteksi mengandung Na benzoat dan K sorbat yakni Mizone (107,28 mg/l dan 91,20 mg/l). Hasil riset M-Brio bogor yang dikeluarkan pada 3 Nopember terhadap produk yang sama menunjukkan Mizone (Orange Lime) mengandung K sorbat 113 mg/l dan Freez Mix mengandung Na benzoat 120 mg/l. Berikutnya, Arinda Sweat (Na benzoat 119 mg/l), Zegar (K sorbat 116 mg/l), Zhuka Sweat (Na benzoat 117 mg/l) Kino Sweat (Na benzoat 122 mg/l), Amazon (Na benzoat 118 mg/l), Boyzone (Na benzoat 123 mg/l) V-Zone (Na benzoat 120 mg/l) Americo Sweat (Na benzoat 121 mg/l) dan Pokap (Na benzoat 123 mg/l).
Laporan dari Bio Farmaka Research Center IPB Bogor juga menemukan Mizone baik rasa Passian Fruit dan Orange Lime mengandung pengawet natrium benzoat dan kalium sorbat, demikian pula pada produk Jungle Jus. Sedangkan untuk Vitazone, Pocari Sweat, Rezza Sportion, Nu Apple EC dan Jus AFI tidak ditemukan kedua jenis pengawet tadi. Lebih jauh, Nova menyatakan, meski kandungan bahan pengawet rata-rata tidak terlalu besar, akan tetapi jika dikonsumsi terus menerus dan berakumulasi, akan menimbulkan efek terhadap kesehatan. Bahan pengawet pada dasarnya merupakan bahan yang ditambahkan pada makanan untuk menghambat terjadinya kerusakan atau pembusukan makanan dan minuman.
Penggunaan pengawet terutama dilakukan oleh perusahaan yang memproduksi minuman mudah rusak. Dengan pemberian pengawet tersebut, produk minuman diharapkan dapat terpelihara kesegarannya. Tetapi, meski mengandung bahan pengawet, masyarakat masih terus mengkonsumsi produk-produk itu. ''Masyarakat memang tidak diberitahu akan hal itu, karena pada label kemasannya, tak ada penjelasan tentang komposisi kandungan bahan pengawetnya,'' imbuh Nova. Kalau pun dicantumkan, lanjut dia, penjelasan mengenai komposisi itu biasanya ditulis menggunakan huruf yang amat kecil, sehingga tidak mudah dibaca. Atau, memakai bahasa asing sehingga tidak mudah dipahami oleh konsumen.
Sumber:republika.co.id

No comments: